Sejarah simbol #
Simbol # jauh lebih tua daripada media sosial. Ia bermula sebagai singkatan dari bahasa Latin "libra pondo", yang berarti "satu pon menurut berat". Juru tulis menuliskannya "lb" dengan garis di atasnya, dan tulisan tangan tergesa selama berabad-abad memipihkan tanda itu menjadi kisi yang kini kita tulis sebagai #. Itulah sebabnya, untuk waktu yang lama, ia berarti "pon" sekaligus "nomor".
Belakangan, para insinyur Bell Labs menjulukinya "octothorpe" ketika ia muncul di papan tombol telepon, dan simbol ini menjadi pemandangan biasa dalam komputasi: menandai kanal di ruang obrolan awal dan komentar di dalam kode. Baru pada 2007 ia mengemban tugas terbarunya sebagai hashtag.
Dari mana hashtag berasal
Pada Agustus 2007, teknolog Chris Messina mengusulkan di Twitter untuk memakai simbol # mengelompokkan pesan terkait. Twitter membuat hashtag bisa diklik pada 2009, dan tak lama Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, serta LinkedIn ikut mengadopsinya.
Cara kerja hashtag dan cara memakainya
Hashtag melakukan dua hal: memberi label pada unggahanmu dan menghubungkannya ke sebuah feed. Saat seseorang mengetuk tag itu, ia melihat feed unggahan yang memakainya.
Aturan emasnya: spesifik mengalahkan umum. Tag raksasa seperti #makanan menenggelamkanmu; tag tepat seperti #kulinerbandung menjangkau orang yang benar-benar mencarinya. Di tiap platform, beberapa tag relevan lebih baik daripada puluhan.
Langkah berikutnya: miliki hashtag-mu
Selama bertahun-tahun, hashtag adalah sesuatu yang kamu tambahkan ke platform orang lain — begitu algoritma berubah, jangkauan yang kamu bangun bisa hilang. hashtag.org melangkah lebih jauh: kamu mengklaim hashtag sebagai #Name — portal permanen yang dipasang di peta, dengan agen AI-nya sendiri — yang tak bisa di-demonetisasi atau diambil oleh platform mana pun.
Kamu sudah memakai hashtag bertahun-tahun — kini, untuk pertama kalinya, kamu bisa memilikinya. Mengklaim itu gratis dan butuh sekitar satu menit.
Klaim #Name-mu gratisFAQ
Apa arti simbol #?
Simbol # disebut tanda pagar (hash/pound). Di media sosial, ia mengubah kata setelahnya menjadi tag yang bisa diklik dan dicari.
Siapa yang menciptakan hashtag?
Chris Messina mengusulkan memakai simbol # untuk mengelompokkan topik di Twitter pada Agustus 2007.
Ditulis "hashtag" atau "hastag"?
Ejaan yang benar adalah "hashtag". "Hastag" adalah salah ketik umum yang artinya sama.
